Tumbuhkan Semangat Pramuka, SAKA POM Pulau Morotai Laksanakan Pembinaan Berkelanjutan

13-09-2026 Umum Dilihat 20 kali

Pulau Morotai – Jumat (11/9/2026), Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (SAKA POM) Pulau Morotai melaksanakan kegiatan pembinaan anggota yang bertempat di Pangkalan SAKA POM Bido, Desa Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan. Kegiatan pembinaan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman anggota SAKA POM mengenai pengawasan Obat dan Makanan. Pembinaan dilakukan terhadap dua krida yang terdiri dari Krida Informasi Obat dan Makanan dan Krida Pengujian Obat dan Makanan. Anggota SAKA POM antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh Instruktur. Hal ini tergambar dari diskusi yang interaktif antara instruktur SAKA dan anggota SAKA.

 

Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama, Intan Dwi Nur Laili selaku pemateri dari Krida Pengujian Sederhana Obat dan Makanan menjelaskan mengenai bahan kimia berbahaya yang dilarang ditambahkan pada makanan, seperti rhodamin B,  methanil yellow, boraks, dan formalin. “Keempat bahan berbahaya tersebut sering digunakan oleh berbagai oknum yang tidak bertanggungjawab. Pada saat membeli pangan di luar, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya bau, tekstur, warna, dan rasa. Misalnya warna yang terlalu mencolok, khususnya warna merah yang mengindikasikan dugaan penggunaan bahan kimia berbahaya yaitu rhodamin B. Penambahan bahan kimia yang dilarang ditambahkan pada pangan dilakukan oleh berbagai oknum karena kurangnya pengetahuan masyarakat terkait regulasi yang berlaku. Apabila terdapat indikasi ciri pangan yang diduga mengandung bahan kimia yang dilarang pada makanan, dapat segera dilaporkan ke Loka POM di Kab. Pulau Morotai untuk dapat dilakukan pengujian sederhana menggunakan metode test kit. Krida pengujian sederhana Obat dan Makanan sebagai bentuk perpanjangan tangan dari Loka POM di Kab. Pulau Morotai untuk memberikan edukasi ke masyarakat luas, khususnya terkait bahan kimia yang dilarang digunakan pada pangan, mulai dari lingkup keluarga atau lingkungan sekitar,” ujar Intan.

 

Pada krida Infomasi Obat dan Makanan, Mar’atus Soleha selaku pemateri menyampaikan materi tentang penyusunan artikel. “Tujuan penulisan artikel adalah untuk mempengaruhi, mendidik, memberitahu, meyakinkan, atau menghibur pembaca” jelas Soleha. Soleha juga menjelaskan mengenai struktur artikel yang baik dan benar. “Struktur artikel terdiri atas judul, teras berita, batang tubuh tulisan, dan penutup. Pilih judul yang mampu mengikat dan menarik perhatian pembaca dan untuk teras berita perlu memperhatikan 5W+1H yaitu (What, Who, Where, When, dan How). Batang tubuh tulisan, deskripsikan lebih lanjut hal - hal yang ingin disampaikan pada pembaca, dan pada bagian penutup agar dapat meninggalkan kesan yang mendalam bagi pembaca dan tampak utuh dari awal sampai akhir, maka penutup sebaiknya mengait ke awal tulsian (Teras Berita),” jelas Mar’atus.

 

Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, SAKA POM Pulau Morotai diharapkan dapat menjadi wadah pembentukan generasi muda yang berkarakter, terampil, dan memiliki kesadaran dalam menjaga keamanan Obat dan Makanan. Selain itu, keberadaan SAKA POM diharapkan dapat memperkuat sinergi antara generasi muda, Gerakan Pramuka, dan Loka POM di Kabupaten Pulau Morotai dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas serta peduli terhadap keamanan Obat dan Makanan. (IG)

 

Sarana