Pulau Morotai - Loka POM di Kabupaten Pulau Morotai memberikan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dalam rangka Semarak Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia “Merdeka dari Pangan Tidak Aman, Wujudkan Keluarga Sehat” (14/8/2026) di Kantor Loka POM di Kab. Pulau Morotai. Tujuan dari kegiatan ini guna meningkatkan Pengetahuan dan Kesadaran Masyarakat terhadap Keamanan Pangan, cara melindungi diri dan keluarga dari bahaya dan risiko mengonsumsi Pangan yang tidak aman, serta memilih informasi Obat dan Makanan dari BPOM sebagai sumber informasi yang valid dan terpercaya.
Materi yang diberikan yaitu 5 Kunci Mengolah Pangan dengan Aman, Gula Garam Lemak (GGL) dan cara membaca Informasi Nilai Gizi (ING). Pemberian materi edukasi mengenai keamanan pangan dinilai relevan dan sesuai dengan peserta. Perempuan sering terlibat dalam kegiatan menyiapkan dan mengolah makanan, sehingga pemahaman mengenai keamanan pangan dapat membantu mereka menerapkan praktik pengolahan makanan yang aman dalam kehidupan sehari-hari.
Mar'atus Soleha, selaku Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama, juga memberikan edukasi tentang pangan yang aman dan dampaknya terhadap kualitas sumber daya manusia dan citra pangan Indonesia. “Masalah Keamananan Pangan dapat mengganggu kesehatan sehingga dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia dan dapat Merusak Citra Pangan Indonesia dan Menurunkan Daya Saing di Pasar Global. Pangan Aman merupakan pangan yang bebas dari cemaran, seperti cemaran kimia, cemaran biologis, dan cemaran fisik. Kita dapat menerapkan 5 Kunci Mengolah Pangan untuk mencegah terjadinya konsumsi pangan yang tidak aman yaitu Jagalah Kebersihan, Pisahkan Pangan Mentah dari Pangan Matang, Masaklah dengan Benar, Jagalah Pangan pada Suhu Aman, Gunakan Air dan Bahan Baku yang Aman," jelasnya.
Sementara itu, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama, Irfandi Amiruddin memaparkan mengenai Informasi Nilai Gizi (ING). Informasi Nilai Gizi (ING) merupakan sarana komunikasi antara produsen pangan dan konsumen agar konsumen memperoleh informasi kandungan gizi pangan olahan. “Ibu-ibu sekalian, ING dapat digunakan untuk membandingkan dan memilih makanan atau minuman sesuai kebutuhan sekaligus untuk memonitor jumlah asupan Gula Garam Lemak (GGL) agar tidak melebihi batas konsumsi maksimum perhari,” jelas Irfandi.
Melalui edukasi ini, peserta diharapkan dapat memahami 5 kunci penting keamanan pangan, seperti menjaga kebersihan, memisahkan makanan mentah dan matang, memasak makanan hingga matang, menyimpan makanan pada suhu yang tepat, serta menggunakan bahan pangan dan air yang aman. Loka POM di Kab. Pulau Morotai berkomitmen akan terus aktif dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat. (AAD)