Perkuat Pengendalian Pangan, Pengawasan Terpadu Diterapkan Jelang Ramadan dan Idulfitri Tahun 1447 H

20-02-2026 Umum Dilihat 71 kali

Pulau Morotai – Kamis (19/2/2026), Loka POM di Kabupaten Pulau Morotai melaksanakan Intensifikasi Pengawasan Pangan Menjelang Ramadan dan Idulfitri Tahun 1447 H Tahap I di Kecamatan Morotai Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pengendalian pangan melalui pengawasan terpadu bersama lintas sektor sebagai upaya preventif untuk memastikan produk pangan yang beredar aman, bermutu, dan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

Pengawasan tahap I difokuskan pada sektor hulu, meliputi toko grosir. Pemeriksaan dilakukan terhadap sarana peredaran dan produk pangan Tanpa Izin Edar (TIE), kedaluwarsa, serta kemasan rusak. Pendekatan ini bertujuan mencegah sejak dini potensi peredaran pangan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebelum sampai ke tingkat ritel.

Kepala Loka POM di Kab. Pulau Morotai, Salman Fariesy, menegaskan bahwa pengawasan pada bagian hulu menjadi kunci pengendalian peredaran pangan secara menyeluruh. “Pengawasan tahap pertama kami pusatkan pada hulu distribusi. Jika pengendalian dilakukan sejak awal rantai pasok, maka risiko temuan di tingkat ritel dapat ditekan. Ini merupakan langkah strategis untuk memastikan pangan yang beredar menjelang Ramadan benar-benar aman dan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Loka POM di Kab. Pulau Morotai bersinergi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kab. Pulau Morotai melalui pendampingan kepada pelaku usaha. Selain pengawasan, tim juga memberikan pembinaan agar pelaku usaha memahami kewajiban dan tanggung jawabnya dalam menjaga mutu serta keamanan produk. “Kami melakukan pemeriksaan administratif dan fisik produk. Kami juga memberikan arahan teknis kepada pelaku usaha terkait penyimpanan dan distribusi yang sesuai standar. Upaya ini penting untuk mencegah pelanggaran serta meningkatkan kepatuhan,” jelas Dhini Arwindah selaku Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama.

Selain itu, petugas juga melakukan pengambilan sampel takjil yang selanjutnya dilakukan pengujian ke laboratorium dengan parameter uji Formalin, Boraks, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow. Jika hasil uji menunjukkan adanya kandungan bahan berbahaya, petugas dapat segera memberikan peringatan, edukasi, atau tindakan tegas terhadap pedagang yang melanggar.

Melalui intensifikasi pengawasan yang dimulai dari hulu, Loka POM di Kab. Pulau Morotai berharap distribusi pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri Tahun 1447 H dapat terkendali dengan baik. BPOM berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna menghadirkan perlindungan maksimal bagi masyarakat sehingga kegiatan keagamaan dapat dijalani dengan aman, nyaman, dan penuh ketenangan. (DL)

Sarana