Pulau Morotai - Loka POM di Kab. Pulau Morotai melaksanakan kegiatan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 di Kantor Loka POM di Kab. Pulau Morotai, Senin (2/7/2025). Kegiatan ini diikuti oleh PNS, CPNS, PPPK, PPNPN, dan Outsourcing di lingkungan Loka POM di Kab. Pulau Morotai. Tujuan dari pelaksanaan upacara ini adalah memperingati hari lahir Pancasila sebagai Dasar Negara sekaligus jadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen pegawai Loka POM di Kab. Pulau Morotai terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 berjalan dengan khidmat, dengan menggunakan pakaian korpri untuk ASN dan pakaian putih hitam untuk CPNS, PPNPN dan Outsourcing terlihat gagah. Hal ini mencerminkan semangat pegawai dalam memperkokoh Ideologi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda, Sitti Inayyah Arista. Dalam pembacaan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Inayyah mengajak pegawai untuk merenungkan kembali bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. Pancasila mempersatukan lebih dari 270 (dua ratus tujuh puluh) juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya dan bahasa yang berbeda. Dalam Pancasila, kita belajar bahwa kebinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu. Dari sila pertama hingga sila kelima, terkandung prinsip-prinsip yang menuntun kita membangun bangsa dengan semangat gotong-royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
“Dalam konteks pembangunan nasional saat ini, pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu yang paling fundamental dalam Asta Cita tersebut adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi dan hak asasi manusia. Mengapa ini menjadi prioritas? Karena kita menyadari bahwa kemajuan tanpa arah ideologis akan mudah goyah. Kemajuan ekonomi tanpa pondasi nilai-nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan. Kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral Pancasila bisa menjerumuskan bangsa pada dehumanisasi,” paparnya. Lebih lanjut, ia mengajak kepada para pegawai untuk menjadikan hari lahir pancasila bukan hanya sekedar seremonial belaka, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai luhur bangsa dan menjadikan setiap kebijakan, ucapan dan tindakan sebagai cerminan dari semangat Pancasila. Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 diakhiri dengan pembacaan Doa, dimana dipanjatkan doa untuk para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Diharapkan melalui Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 menjadi momentum semangat gotong royong mewujudkan Indonesia Raya dan memastikan Pancasila tetap menjadi jiwa dalam setiap denyut nadi pegawai Loka POM di Kab. Pulau Morotai serta menjadi sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa dan bernegara terutama dalam melaksanakan tugas, khususnya dalam mengawal Obat dan Makanan di wilayah Kab. Pulau Morotai dan Halmahera Utara. (IG)