Kolaborasi dan Sinergitas Jadi Kunci Pengawasan Obat dan Makanan yang Efektif

07-05-2026 Umum Dilihat 75 kali

Pulau Morotai – Rabu (6/5/2026), Loka POM di Kabupaten Pulau Morotai melaksanakan kegiatan Advokasi Pemerintah Daerah dan Lintas Sektor dengan tema “Penguatan Kolaborasi dan Sinergitas dalam Pengawasan Obat dan Makanan di Kabupaten Pulau Morotai” yang berlangsung di Aula Besar Lantai II, Kantor Bupati Pulau Morotai. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi, koordinasi, dan sinergitas antar pemangku kepentingan dalam pengawasan Obat dan Makanan guna meningkatkan efektivitas pengawasan yang sejalan dengan amanat Inpres Nomor 3 Tahun 2017.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kab. Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, Asisten II Bidang Pengembangan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Kab. Pulau Morotai, Ahdad Hi Hasan, Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kab. Pulau Morotai, Diana Pinangkaan, perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pulau Morotai, Christie Mamarimbing, perwakilan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Pulau Morotai, Mulyani Abdullah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kab. Pulau Morotai, serta instansi instansi vertikal terkait. 

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kab. Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, dalam Berbagainya menyampaikan komitmen pemerintah daerah terhadap pengawasan Obat dan Makanan melalui kegiatan tersebut. “Pemerintah Kab. Pulau Morotai menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan perlindungan masyarakat terhadap peredaran Obat dan Makanan yang aman, berkualitas, dan layak dikonsumsi. Selain itu, pada kesempatan ini kami juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Loka POM di Kab. Pulau Morotai yang terus memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam mewujudkan Morotai sebagai Kabupaten/Kota Pangan Aman,” ungkapnya.

Selanjutnya dilakukan penyampaian Surat Keputusan Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan (TKPPOM) di Kab. Pulau Morotai dan Surat Keputusan Pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Kab. Pulau Morotai oleh Sekretaris Daerah Kab. Pulau Morotai kepada Kepala Loka POM di Kab. Pulau Morotai. Kemudian dilakukan acara penandatanganan Komitmen Bersama Pengendalian Resistensi Antimikroba di Wilayah Kab. Pulau Morotai oleh Sekretaris Daerah Kab. Pulau Morotai, Kepala Loka POM di Kab. Pulau Morotai, Dinas Kesehatan dan KB Kab. Pulau Morotai, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Pulau Morotai, Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Pulau Morotai, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pulau Morotai serta Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Pulau Morotai.

Kepala Loka POM di Kab. Pulau Morotai, Salman Fariesy, menyampaikan tantangan dalam pengendalian resistensi antibiotik. “Berdasarkan pengawasan yang telah kami lakukan terdapat beberapa tantangan dalam pengawasan apotek oleh BPOM yaitu antibiotik banyak diserahkan tanpa resep dokter, kurangnya pemantauan dan pencatatan di apotek, terbatasnya tenaga kefarmasian di beberapa area, serta perilaku swamedikasi masyarakat. Dari tantangan tersebut perlu upaya komprehensif dan kolaboratif untuk meningkatkan penyampaian antibiotik dengan resep dokter,” terangnya.

Selanjutnya, Salman pentingnya pelaksanaan Program Kabupaten/Kota Pangan Aman (KPPA) sebagai salah satu tolok ukur kinerja pemerintah daerah dalam memastikan keamanan pangan bagi masyarakat. Program ini mencakup seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan, pelaporan, hingga pengembangan inovasi di bidang keamanan pangan. Selain itu, dijelaskan pula peran BPOM dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai ketentuan terbaru, melalui pengawasan berbasis risiko terhadap bahan baku, proses produksi, distribusi, serta keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kab. Pulau Morotai, Diana Pinangkaan, juga memaparkan materi tentang peran dinas kesehatan dalam pengawasan Obat dan Makanan di Kab. Pulau Morotai. “Peran Dinas Kesehatan sangat penting untuk menjangkau langsung masyarakat yang ada di wilayah Kab.Pulau Morotai yaitu dengan melakukan bimbingan teknis, pemeriksaan dan pelatihan kepada pelaku usaha, serta melakukan koordinasi dengan lintas sektor,” paparnya.

Melalui pelaksanaan kegiatan ini, Loka POM di Kab. Pulau Morotai berharap terbangunnya kesamaan persepsi, komitmen, dan langkah strategi antara BPOM, Pemerintah Daerah Kab. Pulau Morotai, serta seluruh sektor dalam memperkuat pengawasan Obat dan Makanan. Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategi serta rencana aksi yang konkret, terukur, dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan perlindungan optimal bagi masyarakat, khususnya di Kab. Pulau Morotai. (DL)

 

Sarana