Kemah Orientasi SAKA POM Pulau Morotai, Membangun Garda Muda Pengawasan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan

11-11-2025 Umum Dilihat 145 kali

Pulau Morotai - Loka POM di Kabupaten Pulau Morotai melaksanakan kegiatan Komunikasi, Edukasi, dan Informasi (KIE) Kemah Orientasi Satuan Karya Pramuka Pengawas Obat dan Makanan (SAKA POM) Pulau Morotai dengan Tema “Bersatu dalam Krida, Siap Jadi Garda Keamanan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan” dirangkaikan dengan Pelantikan Majelis Pembimbing Satuan Karya Pramuka (MABI SAKA) dan Pimpinan Satuan Karya Pramuka (PIN SAKA) POM Masa Bakti 2025-2030. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 1 Pulau Morotai Jl. Siswa, Desa Darame, Kec. Morotai Selatan, Kab. Pulau Morotai selama 3 hari Jumat-Minggu, 7-9 November 2025. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membentuk generasi Pramuka yang berpengetahuan, terampil, dan berkomitmen dalam pengawasan Sedian Farmasi dan Pangan Olahan. 

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Loka POM di Kab. Pulau Morotai sekaligus Ketua MABI SAKA POM Pulau Morotai Salman Fariesy, Sekretaris Daerah Kab. Pulau Morotai sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, Unsur Pimpinan dan Andalan Kwarcab Pulau Morotai, Kepala SMAN 1 Pulau Morotai, Anggota MABI SAKA dan PIN SAKA POM Pulau Morotai, serta siswa-siswi peserta Kemah Orientasi SAKA POM Pulau Morotai. Umar Ali dalam sambutannya menyebutkan bahwa pramuka memiliki potensi besar sebagai mitra dalam pemberdayaan masyarakat di bidang Pengawasan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan karena memiliki jaringan dan anggota yang luas dan berada di seluruh Indonesia.

“Pelantikan ini menandai langkah strategis Gerakan Pramuka Pulau Morotai dalam meningkatkan edukasi dan pemahaman generasi muda tentang pentingnya keamanan Obat dan Makanan. Kegiatan ini menandakan bahwa Gerakan Pramuka Pulau Morotai tidak mati dan masih akan terus berkarya meskipun banyak halangan dan rintangan yang menghadang kita. Saya ucapkan terima kasih kepada Loka POM di Kab. Pulau Morotai yang telah melaksanakan kegiatan ini dan kami mohon maaf dari Kwarcab Pulau Morotai tidak bisa membantu banyak akan tetapi kami akan menyediakan tenaga dan sumber daya yang ada agar kegiatan ini terlaksana dengan aman dan lancar sampai selesai” ujar Umar. 

Setelah prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemberian Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Sesi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada peserta mengenai peran BPOM dan pentingnya pengawasan terhadap Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan. Dalam sesi ini, Peserta Kemah Orientasi SAKA POM Pulau Morotai akan diberikan materi terkait BPOM, SAKA POM, materi Kepramukaan, 5 Kunci Keamanan Pangan, dan materi 3 Krida SAKA POM. Kepala MABI SAKA POM Pulau Morotai Salman Fariesy membuka sesi dengan pemaparan mengenai tugas dan fungsi BPOM, serta tantangan yang dihadapi dalam menjaga keamanan produk konsumsi masyarakat. 

“Melalui kegiatan Orientasi SAKA POM ini, kami berharap adik-adik dapat memahami lebih dalam peran penting Badan POM dalam menjaga keamanan, mutu, dan khasiat produk yang beredar. Kalian adalah mitra strategis kami dalam edukasi masyarakat, dan kami percaya semangat muda kalian akan menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan sadar akan produk yang aman dikonsumsi” tegas Salman.

Pada hari kedua, seluruh peserta diarahkan untuk mengikuti kegiatan jelajah lapangan yang dirancang secara interaktif dan edukatif. Dalam kegiatan ini, peserta melewati empat pos utama. Pos 1 membahas mengenai Krida Pengujian Sederhana Obat dan Makanan, dimana peserta diajarkan kemampuan teknis dalam mengenali dan menganalisis bahan obat dan pangan. Pos 2 membahas materi Krida Pemantauan Obat dan Makanan dimana peserta diajak untuk lebih aktif dalam memantau penandaan pada kemasan Sediaan Farmasi Obat dan Makanan seperti mengecek logo BPOM, komposisi, dan cara penggunaan produk yang benar. Pos 3 membahas tentang Krida Informasi Obat dan Makanan dimana peserta berperan sebagai penyampai informasi, belajar fotografi, dan membuat berita kepada masyarakat, serta ditutup Pos 4 membahas mengenai kepramukaan menjadi ruang pembentukan karakter dan keterampilan dasar.

Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah yang berlangsung hangat dan penuh semangat. Dalam suasana kebersamaan, peserta kemah orientasi menampilkan beragam bakat yang mereka miliki mulai dari penampilan menyanyi, menari, hingga pertunjukan kreatif lainnya, suasana malam menjadi panggung ekspresi dan hiburan yang mempererat hubungan antar peserta. Kegiatan ini menjadi momen relaksasi sekaligus wadah apresiasi terhadap potensi individu dalam suasana yang menyenangkan dan penuh kekeluargaan.

Puncak kegiatan ditandai dengan pelantikan anggota baru SAKA POM Pulau Morotai Angkatan ke-3. Dengan penuh semangat, para anggota baru mengucapkan Ikrar dan resmi bergabung dalam barisan pramuka yang siap menjadi agen perubahan di bidang pengawasan Sedian Farmasi dan Pangan Olahan. Pelantikan ini menjadi simbol regenerasi dan keberlanjutan gerakan SAKA POM Pulau Morotai. 

SAKA POM Pulau Morotai diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan dari BPOM untuk  menyebarluaskan informasi yang aman bagi masyarakat guna mencegah pelanggaran di bidang Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan. Melalui peningkatan wawasan, penguatan kerjasama antara BPOM dan Gerakan Pramuka, serta pemberian ruang pembinaan yang mendukung pengembangan minat dan bakat, kegiatan ini menjadi pondasi penting dalam mencetak kader muda yang siap menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan sediaan Farmasi dan Pangan Olahan di masyarakat. (SE)

 

Sarana