Galakkan Budaya Konsumsi Kosmetik dan Makanan Aman melalui Penerapan Cek KLIK

22-07-2026 Umum Dilihat 63 kali

Pulau Morotai – Sabtu (18/7/2026), Loka POM di Kab. Pulau Morotai ikut mengisi kegiatan Penerimaan tamu Ambalan dari Penggalang dan Penegak di SMA Negeri 3 Pulau Morotai dengan mengenalkan Budaya Konsumsi Obat dan Makanan yang Aman melalui Penerapan CEK KLIK. Edukasi ini bertujuan mengajak generasi muda untuk cerdas dalam memilih dan menggunakan Kosmetik dan Makanan Aman. Perkemahan ini diikuti oleh pramuka penegak di SMA Negeri 3 Pulau Morotai

Peserta diberikan pemahaman mengenai Cara Memilih Pangan yang Aman dengan Cek KLIK, Cara Memilih dan Menggunakan Kosmetik Aman, dan Waspada Bahan Berbahaya pada Pangan. Kegiatan disertai dengan praktik langsung cara menggunakan Aplikasi BPOM Mobile untuk memverifikasi Nomor Izin Edar. Peserta cukup antusias mengikuti sosialisasi dan menyimak penjelasan yang diberikan. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan dan mampu mempraktikkan cara menerapkan Cek KLIK dan Aplikasi BPOM Mobile. 

Instruktur Krida Informasi Obat dan Makanan, Fariz Eben Ezer Sagala memberikan tips belanja aman dengan menerapkan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli pangan olahan. Adik - adik sebelum membeli pangan olahan jangan lupa untuk memastikan kemasannya dalam kondisi baik dan tidak rusak,  lihat label kandungan yang terdapat dalam produk dan nomor izin edar dari BPOM serta perhatikan tanggal kedaluwarsanya,” jelasnya.

Instruktur Krida Pemantauan Obat dan Makanan, Inganatus Solihah menerangkan mengenai bahan berbahaya yang sering disalahgunakan dalam kosmetik.  Selain itu, peserta juga diajak mempraktekkan pembelajaran yang diperoleh mengenai penggunaan aplikasi BPOM Mobile dalam pengecekan kosmetik. “Adik-adik bisa cek terlebih dahulu apakah kosmetik yang ingin dibeli sudah terdaftar di BPOM menggunakan aplikasi BPOM Mobile, Aplikasi dapat diunduh melalui App Store dan Play Store. Caranya adalah dengan scan barcode yang pada kemasan produk maka akan muncul informasi yang sesuai dengan produk yang ingin dibeli, apabila tidak terdapat barcode pada kemasan, adik-adik dapat menginput Nomor Izin Edar yang tertera pada produk secara manual” terangnya. 

Instruktur Krida Pengujian Sederhana Obat dan Makanan, Widyas Kusuma Mursid menjelaskan mengenai Bahan Berbahaya yang sering disalahgunakan pada makanan seperti formalin, boraks, metanil yellow, dan rhodamin B “Formalin boraks, metanil yellow, dan rhodamin B merupakan Bahan Kimia Berbahaya yang sering disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab sebagai Bahan Tambahan Pangan sehingga berbahaya untuk kesehatan tubuh kita” ujarnya. 

Saka POM berfungsi untuk membangun kecakapan dan keterampilan anggota pramuka pada bidang pengawasan Obat dan Makanan diharapkan dapat membentuk generasi muda yang peduli dan terlibat aktif dalam pengawasan Obat dan Makanan. Edukasi Saka POM dapat diterapkan pada diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan masyarakat. (IA)

 

Sarana