Halmahera Utara – Loka POM di Kab. Pulau Morotai melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Keamanan Pangan untuk Kader Keamanan Pangan Sekolah Program Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan di Ruang Pertemuan SMP Negeri 6 Halmahera Utara, Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan materi keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Kader Keamanan Pangan Sekolah dalam melakukan intervensi keamanan pangan. Kegiatan dihadiri oleh Kader Keamanan Pangan Sekolah terpilih yang berasal dari sekolah target full intervensi dari Kab. Halmahera Utara, yakni SMP Negeri 6 Halmahera Utara.
Keamanan dan mutu produk pangan yang beredar di lingkungan sekolah ditentukan oleh kebijakan sekolah, tingkat pengetahuan, dan kepedulian penyedia PJAS yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Oleh karena itu, penting adanya kemandirian komunitas sekolah (kepala sekolah, guru, siswa, orang tua siswa, pedagang) dalam penerapan prinsip keamanan pangan.
Dalam sambutannya Kepala Loka POM di Kab. Pulau Morotai yang diwakili oleh Koordinator Fungsi Informasi dan Komunikasi, Sitti Inayyah Arista menyampaikan bahwa elemen penting dalam kemandirian sekolah adalah komunitas sekolah. “Komunitas sekolah dapat menjadi penggerak dalam implementasi keamanan pangan sekolah, sehingga mendorong kemandirian sekolah untuk melakukan pengawasan keamanan pangan,” tegasnya.
Dalam paparannya, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama, Irfandi Amiruddin menjelaskan dukungan penuh dari komunitas sekolah dapat membantu program ini berjalan secara efektif dan berkelanjutan, maka setelah mendapatkan Bimbingan Teknis Kader Keamanan Pangan Sekolah dapat secara mandiri melakukan intervensi keamanan pangan di sekolah. “Bapak Ibu dapat melakukan sosialisasi keamanan pangan terhadap siswa dan orangtua yang terintegrasi dalam kegiatan belajar mengajar maupun terpisah, mengevaluasi pemahaman siswa dan orang tua melalui pre-post test, dan mendorong sekolah untuk memenuhi persyaratan keamanan pangan,” ujar Irfandi.
Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama, Mar’atus Soleha menjelaskan dampak masalah keamanan pangan akan mengganggu kesehatan sehingga dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, maka kantin sekolah penting untuk menunjang kebutuhan gizi bagi pertumbuhan anak sekolah. “Kantin sekolah harus bisa memberikan kontribusi positif bagi pemenuhan kebutuhan pangan aman terutama bagi anak sekolah,” jelas Mar’atus.
Sementara itu, Sitti Inayyah Arista, selaku Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda, menjelaskan perlunya memastikan nutrisi yang seimbang dalam makanan yang dikonsumsi salah satunya dengan menyesuaikan “Pedoman Gizi Seimbang" (PGS). “Makanan yang beraneka ragam sangat diperlukan karena tidak ada 1 jenis makanan pun yang mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan tubuh, terdiri atas makanan pokok, lauk-pauk, sayur dan buah,” terangnya.
Dengan adanya Kader Keamanan Pangan Sekolah diharapkan materi keamanan pangan sekolah dapat tersosialisasikan pada komunitas sekolah sehingga menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan kondusif bagi siswa. Oleh karena itu, penting adanya kemandirian sekolah dalam penerapan prinsip keamanan pangan yang berdampak tidak hanya untuk lingkungan sekolah tetapi juga diluar sekolah. (AAD)