Pulau Morotai – Kamis (12/12/2024), Loka POM di Kab. Pulau Morotai ikut mengisi kegiatan perkemahan Scouting Cup Morotai Tahun 2024 di SMK Pariwisata Asima Kec. Morotai Selatan dengan mengenalkan Saka POM sebagai Satuan Karya Pramuka yang berfokus pada pengawasan Obat dan makanan. Sosialisasi ini bertujuan mengajak generasi muda untuk berkontribusi dalam pengawasan Obat dan Makanan. Perkemahan ini diikuti oleh pramuka siaga, penggalang, dan penegak dari berbagai sekolah se-Kab. Pulau Morotai.
Peserta diberikan pemahaman tentang tugas pokok dan fungsi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. Dalam sosialisasi ini, materi utama merupakan pengenalan tiga Krida yang dimiliki Saka POM yakni Krida Pengujian Sederhana Obat dan Makanan, Krida Pemantauan Obat dan Makanan, dan Krida Informasi Obat dan Makanan agar meningkatkan keterampilan praktis dan pengetahuan anggota pramuka sebagai edukator yang dapat membantu BPOM dalam penyebaran informasi mengenai Obat dan Makanan aman. Peserta cukup antusias mengikuti sosialisasi dan menyimak penjelasan yang diberikan. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan dan mampu menjelaskan kembali kepada teman-temannya.
Instruktur Krida Pengujian Sederhana Obat dan Makanan, Monik Umi Sakinah menjelaskan tentang bahayanya makanan-makanan yang mengandung bahan seperti formalin, boraks, dan pewarna Metanil yellow. “Formalin adalah pengawet untuk mayat namun oknum nakal kerap menggunakan formalin untuk mengawetkan makanan juga sehingga berbahaya untuk kesehatan tubuh kita,” ujarnya.
Instruktur Krida Pemantauan Obat dan Makanan, Dhini Arwindah menerangkan mengenai fungsi pada Krida Pemantauan yang berfokus pada pengawasan keamanan, mutu, dan manfaat produk obat, obat tradisional, makanan, kosmetik, dan suplemen kesehatan. Selain itu, peserta juga diajak mempraktekkan pembelajaran yang diperoleh mengenai penggunaan aplikasi BPOM Mobile. “Adik-adik bisa cek terlebih dahulu apakah produk yang ingin dibeli sudah terdaftar di BPOM menggunakan aplikasi BPOM Mobile. Scan barcode yang ada dikemasan maka akan muncul tampilan informasi yang sesuai dengan produk yang ingin dibeli, jika tidak ada barcode pada kemasan adik-adik bisa cek dengan memasukkan nomor izin edarnya secara manual,” terangnya.
Instruktur Krida Informasi Obat dan Makanan, Mar’atus Soleha memberikan tips belanja aman dengan menerapkan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli produk obat atau pangan olahan. Hal ini perlu diperhatikan untuk menjamin kualitas dari produk yang akan kita konsumsi. “Sebelum membeli pangan olahan dilihat dulu ya kemasannya rusak atau tidak, lihat label kandungan yang terdapat dalam produk dan nomor izin edar dari BPOM serta perhatikan tanggal kedaluwarsanya,” jelasnya.
Saka POM berfungsi untuk membangun kecakapan dan keterampilan anggota pramuka pada bidang pengawasan Obat dan Makanan diharapkan dapat membentuk generasi muda yang peduli dan terlibat aktif dalam pengawasan Obat dan Makanan. Edukasi Saka POM dapat diterapkan pada diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan masyarakat. (AAD)